Jangan Salah Perhitungan, Ini Bisnis Properti yang Cocok di 13 Kota Halaman all

Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.


JAKARTA, KOMPAS.com – Meskipun Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian Nasional, namun Pemerintah tetap berkomitmen kuat untuk terus memfokuskan pada pembangunan konektivitas.

Pembangunan konektivitas, terutama jalan tol, merupakan salah satu tema penting dalam menggerakkan perekonomian sebagai realisasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dalam catatan Kompas.com, hingga akhir 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 2.346 kilometer jalan tol dengan total panjang lajur 10.649 kilometer.

Dalam kurun 2020-204 akan dibangun tambahan ruas jalan tol baru dengan panjang sekitar 2.500 kilometer atau tepatnya 2.415 kilometer dengan total panjang lajur 7.888 kilometer.

Baca juga: Pasar Residensial Premium Jakarta Lebih Kompetitif ketimbang Hong Kong

Dengan demikian, pada akhir 2024 nanti, total panjang jalan tol yang akan dimiliki Indonesia mencapai 5.000 kilometer atau tepatnya 4.761 kilometer dengan panjang lajur 18.537 kilometer.

Seiring dengan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan meski di tengah pandemi tersebut, menggulirkan optimisme untuk menggerakan roda perekonomian.

KOMPAS.com/RAM Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.

Vaksinasi yang sudah dimulai juga memberikan harapan baru demi pemulihan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip menuturkan, pembangunan infrastruktur konektivitas ini menciptakan sebaran kota-kota besar di berbagai pulau di Indonesia menjadi potensi baru bagi tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi.

“Termasuk potensi pengembangan properti menjadi terbuka luas untuk memenuhi kebutuhan perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan dan kawasan industri,” dalam keterangannya kepada Kompas.com.

Baca juga: Oversupply Picu Harga Sewa Kantor di Jakarta Murah

Surabaya, ibu kota Jawa Timur, direkomendasikan sebagai kota investasi properti pilihan untuk sektor perkantoran, perumahan tapak, kondominium, ritel, perhotelan, dan kawasan industri.Eri Wijaya Kusuma Surabaya, ibu kota Jawa Timur, direkomendasikan sebagai kota investasi properti pilihan untuk sektor perkantoran, perumahan tapak, kondominium, ritel, perhotelan, dan kawasan industri.

Pembaruan regulasi dalam investasi di bidang properti pun cukup signifikan dalam menarik investasi ke Indonesia.

Tentu saja kerangka hukum dan mekanisme kemudahan bisnis saat ini perlu diketahui bersama untuk menyampaikan sinyalemen positif terhadap institusi bisnis yang membutuhkan data dan informasi tersebut.

Kehadiran Omnibus Law pada Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di antaranya memberikan pembaruan prosedur investasi di bidang properti.

Termasuk di dalamnya informasi perpajakan dan fasilitas yang ditawarkan untuk penanaman modal di Indonesia.

Pembaruan regulasi ini memberikan angin segar terhadap perbaikan pasar di sektor properti secara keseluruhan, namun butuh diseminasi informasi yang lebih luas, agar pihak yang membutuhkan informasi mendapatkan gambaran yang utuh.

“Selain itu, akselerasi implementasi dari pembaruan regulasi diharapkan mampu menjadi akses terhadap realisasi investasi dan perbaikan kondisi ekonomi secara keseluruhan,” imbuh Willson.

Mempertimbangkan sejumlah faktor di atas, Knight Frank Indonesia meneliti investasi properti yang akan berkembang di 13 kota seluruh Indonesia.

Berikut daftarnya:

1. Metropolitan Jabodetabek

IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

Kawasan ini memiliki basis ekonomi di bidang bisnis, jasa, perdagangan, dan industri.

Properti yang akan berkembang adalah perumahan tapak, perkantoran, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri.

2. Surabaya

Basis ekonomi kawasan ini adalah bisnis dan perdagangan.

Baca juga: Investasi Global Diperkirakan Melonjak 50 Persen, Properti Primadona

Properti yang bakal mendatangkan investasi adalah perumahan tapak, perkantoran, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri.

3. Bandung

Ibu kota Jawa Barat ini punya basis ekonomi bisnis dan pariwisata.

Dengan demikian, properti yang cocok dikembangkan adalah perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), dan perhotelan.

4. Medan

Minus perkantoran, properti yang cocok dibangun di kota Medan, Sumatera Utara, adalah perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri.
Eri Wijaya Kusuma Minus perkantoran, properti yang cocok dibangun di kota Medan, Sumatera Utara, adalah perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri.

Kota terbesar di Pulau Sumatera ini punya basis ekonomi perdagangan.

Minus perkantoran, properti yang cocok dibangun di kota ini adalah perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri.

5. Bali

Pulau Dewata ini berkali-kali dinobatkan sebagai destinasi wisata nomor wahid di dunia. Oleh karena itu, tak mengherankan jika basis ekonominya adalah pariwisata.

Dengan demikian, jika Anda ingin membangun properti di sini, pilihlah rumah tapak, kondominium/apartemen, dan hotel. 

6. Balikpapan

Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, dari udara. Eri Wijaya Kusuma Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, dari udara.

Kota berjuluk The Singapore of Indonesia ini telah lama dikenal sebagai konsentrasi perdagangan minyak dan gas bumi.

Jadi, tak keliru jika Anda menginvestasikan dana pada properti perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri.

7. Makassar

Basis ekonomi di hub Indonesia Timur ini adalah perdagangan komoditas hasil bumi.

Karena itu, properti yang cocok dikembangkan di sini adalah perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), dan perhotelan.

8. Yogyakarta

Sama halnya dengan Bali, basis ekonomi daerah istimewa ini bertumpu pada pariwisata.

Baca juga: Tren Pencarian Rumah di Jadebotabek Meningkat, Bekasi Masih Favorit

Pilihlah investasi properti perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), dan perhotelan.

Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi kota potensial untuk investasi properti perumahan tapak, perhotelan, dan ritel.Eri Wijaya Kusuma Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi kota potensial untuk investasi properti perumahan tapak, perhotelan, dan ritel.

9. Palembang

Perdagangan adalah basis ekonomi kota tuan rumah Asian Games XVIII ini.

Kecuali kondominium/apartemen, perkantoran, dan kawasan industri, Anda bisa berinvestasi di perumahan tapak, ritel (pusat perbelanjaan), dan perhotelan.

10. Batam

Jiran terdekat Singapura ini punya basis ekonomi perdagangan dan industri.

Knight Frank menyarankan Anda untuk memilih berinvestasi pada perumahan tapak, kondominium/apartemen, ritel (pusat perbelanjaan), perhotelan, dan kawasan industri. 

11. Pekanbaru

Kota ini juga dikenal sebagai sentra perdagangan minyak dan gas bumi untuk wilayah Indonesia Barat.

Jika Anda ingin membangun properti, konsentrasilah pada perumahan tapak, ritel (pusat perbelanjaan), dan perhotelan.

12. Manado

Ibu Kota Sulawesi Utara, Manado, dinilai potensial untuk investasi properti bidang perumahan tapak, perhotelan dan ritel.Eri Wijaya Kusuma Ibu Kota Sulawesi Utara, Manado, dinilai potensial untuk investasi properti bidang perumahan tapak, perhotelan dan ritel.

Perdagangan adalah basis ekonomi ibu kota Sulawesi Utara ini.

Dengan demikian, properti perumahan tapak, ritel (pusat perbelanjaan) dan perhotelan adalah pilihan tepat.

13. Lombok

Nama kawasan ini naik daun setelah dinobatkan sebagai World Best Halal Tourism. Wajar bila basis ekonomi pulau di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah pariwisata.

Dengan begitu, Anda yang ingin membenamkan fulus pada properti, pilihlah perumahan tapak, kondominium/apartemen, dan perhotelan.



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: