Incar Kenaikan Transaksi 20 Persen, LJ Hooker Buka 5 Kantor Baru Halaman all

Incar Kenaikan Transaksi 20 Persen, LJ Hooker Buka 5 Kantor Baru Halaman all


JAKARTA, KOMPAS.com – Pelaku industri properti optimistis, tahun 2021 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya walaupun pandemi Covid-19 belum usai.

Tak terkecuali perusahaan agen properti yang berasal dari Australia, LJ Hooker Indonesia., yang membidik target peningkatan transaksi 10-20 persen.

Sebelumnya, transaksi LJ Hooker Indonesia mengalami penurunan tajam hingga mencapai 50 persen.

Untuk itu berbagai strategi akan dijalankan agar target transaksi properti bisa tercapai.

Baca juga: Genjot Penyaluran Kredit, BTN Gandeng Broker Properti Nasional

Direktur Operasional LJ Hooker Indonesia Oka M Kauripan mengatakan, strategi yang akan dijalankan antara lain menambah lima kantor broker properti dan 400 property consultant ( PC).

Menurut dia, semakin banyak kantor dan PC, jumlah transaksi properti terbuka untuk makin tinggi.

Saat ini, LJ Hooker Indonesia memiliki 39 kantor cabang di seluruh Indonesia dan memiliki sekitar 1.000 PC.

“Selain akan menambah lima kantor, kami menargetkan dapat merekrut 400 PC tahun ini,” ujar Oka dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (01/02/2021).

Oka menuturkan, profesi agen properti makin dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam memberikan informasi lengkap dan komprehensif mengenai properti yang akan dibeli.

Semakin diminatinya profesi agen properti, juga karena pandemi membuat banyak perusahaan yang melakukan PHK dan banyak korbannya yang bergabung di LJ Hooker Indonesia.

Bergerak

Menurut Oka, saat ini banyak katalisator yang bisa mendorong roda industri properti untuk bergerak lebih cepat.

Antara lain nilai tukar rupiah stabil, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Maret-April 2021 berkisar 4,5 persen-5,5 persen.

Begitu pula pada Mei-Juni 2021, ekonomi diprediksi bertahan di level 4,5 persen-5,5 persen. 

Kemudian UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mampu mendorong kenaikan Foreign Direct Investment (FDI).

Lalu suku bunga KPR relatif rendah dengan fixed tenor lebih panjang. Hal itu membuat rumah tapak (landed house) diminati.

“Pasar sekunder harganya terkoreksi. Sementara pasar primer lagi hujan diskon dan developer lagi berlomba-lomba bikin rumah dengan harga lebih terjangkau,” ujar Oka.



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: