Regional | Nestapa di Cimanggung

Regional | Nestapa di Cimanggung


SUMEDANG, AYOBANDUNG.COM — Siang itu, Sabtu (9/1/2021), Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, diguyur hujan lebat. Hujan memang telah mengguyur wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, hujan kali ini membawa nestapa karena 6 rumah dikabarkan tertimbun longsor di Kampung Bojongkondang. Bencana yang menimpa Kompleks Pondok Daud itu sampai ke telinga Aipda Dani Ramdani Hidayat, anggota Babinkamtibmas Desa Cihanjuang.

“Informasi awal, katanya ada 6 rumah tertimbun longsor,” ujar Dani di Posko Tim SAR, beberapa waktu lalu. Waktu itu, pukul 15.00 WIB, tanpa pikir panjang Dani langsung berangkat ke TKP untuk melihat situasi. 

Ia mengatakan, ia mendapatkan informasi bahwa ada 12 orang warga yang tertimbun longsor.

“Karena berpikir akan ada alat berat yang masuk, saya memasang garis polisi di beberapa tempat, supaya pergerakan tidak terhambat oleh masyarakat,” ujarnya.

Saat itu, masyarakat memang banyak yang datang untuk melihat situasi. Ia kemudian mengimbau agar warga tidak terlalu dekat dengan lokasi longsor.

“Saat Kapolres datang, saya kembali ke lokasi dekat masjid,” ujarnya.

Tiba-tiba ia melihat beberapa orang berlarian menjauh. Tanpa disadari, Dani yang sedang duduk dan menulis asesmen, terbawa pergerakan tanah dalam longsor susulan.

“Kejadiannya sangat cepat. Saya tidak sadar, tiba-tiba saja terseret tanah,” ujarnya.

Saat itu pukul 20.00 WIB, keadaan menjadi gulap gulita. Samar-samar Dani melihat Kapolsek Cimanggung sedang mencoba melepaskan kakinya yang tertimbun longsor.

“Saya teriak, Ndan ini saya, tolong saya. Tapi Kapolsek juga sedang berusaha melepaskan kakinya,” ujarnya.

Aipda Dani Ramdani Hidayat menjadi korban hidup longsor di Cimanggung, Sumedang. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

Hampir seluruh badan Dani tertimbun tanah. “Tanah itu sampai dada, tapi kedua tangan masih bisa bergerak bebas, karena tidak tertimbun,” ungkapnya.

Butuh waktu dua jam bagi petugas untuk bisa menyelamatkan Dani yang tertimbun. Selama itu, Dani pasrah. Ia bahkan mengira akan tewas di lokasi kejadian.

Setelah berhasil diangkat, Dani langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. “Saya juga ngiranya patah, tapi alhamdulillah tidak apa-apa. Hanya luka ringan. Sekarang kaki masih agak sakit, tapi masih bisa berjalan,” terangnya.

Danramil jadi korban

Selain Dani, banyak petugas lainnya yang menjadi korban longsor susulan di Cimanggung. Komandan Koramil Cimanggung, Kapten Setyo Pribadi, bahkan ditemukan meninggal dunia dalam insiden itu.

Jenazah korban berhasil dievakuasi beberapa jam setelah kejadian. “Setelah berhasil dievakuasi jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang,” kata Kapolsek Cimanggung Kompol  Herdis Suhardiman kepada Republika.co.id, Minggu (10/1/2021).

Petugas lainnya yang menjadi korban yakni Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Yedi dan Humas UAR (Potensi SAR) Cahyo Riyadi.

 

40 korban tewas

Memerlukan waktu 10 hari bagi petugas SAR gabungan untuk menemukan seluruh korban tewas longsor Cimanggung. Total ada 40 korban yang meninggal dunia.

“Seluruh korban telah ditemukan, dengan demikian terhitung Senin (18/1/2021) pukul 21.35 WIB, evakuasi korban longsor Cimanggung dihentikan,” tutur Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah dalam konferensi pers, Senin (18/1/2021) malam.

Setiap hari, para petugas melakukan pencarian korban sampai pukul 23.00 WIB dan memulainya kembali pukul 07.30 WIB. Mereka membagi tugas pencarian di 3 sektor yakni di rumah hajatan, di belakang Masjid An-Nur, dan di lapangan voli.

Tim gabungan melakukan evakuasi korban longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/1/2021). (dok. Kantor SAR Bandung)

Selain korban tewas, ada 3 korban luka berat dan 22 korban luka ringan. Tercatat ada 20 rumah yang rusak berat dan rusak ringan dalam insiden ini.

Unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian yaitu Basarnas Bandung, TNI/POLRI, BNPB, BMKG, KEMENPUPR, Tim DVI Polda Jabar, BPBD Prov Jabar dan BPBD Sumedang, PMI Jabar, Dinkes Sumedang, BBWS Citarum, Potensi SAR Jawa Barat yang tergabung dalam FKP3 (Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan).

 

Kontur tanah labil

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan salah satu penyebab bencana longsor yang terjadi di Cimanggung adalah adanya pelapukan sejumlah jenis bebatuan. Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani mengatakan, pelapukan itu menyebabkan lolosnya air, sehingga lapisan pelapukan bebatuan breksi dan tufa itu menjadi bidang yang tergelincir atau longsor.

“Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah,” kata Kasbani dalam keterangannya.

Selain itu, menurutnya area yang longsor merupakan tebing lahan terbuka tanpa adanya vegetasi yang berakar kuat. Kemudian saluran drainase yang kurang baik menjadi salah satu faktor longsor menimpa pemukiman masyarakat di bawahnya.

Petugas melakukan evakuasi serta pencarian korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/1/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kondisi tanah di wilayah tersebut memang labil sehingga tidak layak untuk dijadikan permukiman.

Lokasi longsor memang berada di perbukitan. Sebagian besar permukiman yang tertimpa longsor merupakan perumahan baru. Salah satunya yaitu Komplek Pondok Daud.

Menurut Dony, perizinan permukiman dikeluarkan tahun 2017. Atas peristiwa tersebut, Pemkab Sumedang akan melakukan pengkajian ulang.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam mengeluarkan izin. Jangan sampai ada lagi perizinan untuk perumahan di kawasan seperti ini. Harus dihentikan,” kata dia. (Mildan Abdalloh, Fichri Hakiim, Fira Nursya’bani)





Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: