Residensial Tertekan, Tetap Andalan Kebangkitan Bisnis Properti

Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat./Bisnis - Abdurachman


Bisnis.com, JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) total mulai 14 September hingga 11 Oktober dan pandemi Covid-19 yang tak kunjung pergi menekan penjualan rumah pada kuartal III/2020.

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) kuartal III/2020 yang dikeluarkan Bank Indonesia, penjualan properti residensial primer mengalami kontraksi secara tahunan (yoy) sebesar 30,93 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan penurunan penjualan properti 30,93 persen lebih dalam dari kuartal II yang sebesar 25,60 persen (yoy) dan turun 13,95 persen yang dicatatkan pada kuartal III/2019 dibandingkan dengan periode kuartal III/2018 (yoy).

Penurunan penjualan rumah paling dalam terjadi pada rumah tipe besar yakni 60,03 persen yoy, lebih dalam dari kuartal II yang turun 36,71 persen (yoy). Lalu penurunan penjualan juga terjadi tipe kecil yang juga turun 24,99 persen (yoy) pada kuartal III tahun ini, padahal di kuartal II hanya turun 14,36 persen (yoy).

Apabila dilihat secara kuartalan, penjualan properti residensial pada kuartal III/2020 hanya tumbuh 7,8 persen (qtq), lebih lambat dari kuartal II yang tumbuh 10,14 persen (qtq) dan lebih rendah dari kuartal III/2019 yang sebesar 16,18 persen (qtq).

Untuk secara kuartal, penurunan penjualan terjadi di tipe kecil dan besar, untuk tipe menengah ada kenaikan dari kuartal sebelumnya, pada kuartal II -40,11 persen pada kuartal III menjadi -29,28 persen.





Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: