“Cerita Rumah” Wadah Konsumen Berbagi Cerita Miliki Hunian

"Cerita Rumah" Wadah Konsumen Berbagi Cerita Miliki Hunian


Jakarta, Beritasatu.comRumah.com sebagai pemimpin pasar properti online di Indonesia merilis kampanye Cerita Rumah dimana untuk pertama kalinya pemilik rumah di Indonesia bisa saling berbagi cerita perjalanan membeli hunian. Cerita Rumah membahas berbagai masalah yang menjadi hambatan industri properti dan perjuangan pemilik rumah mendapat hunian, mulai riwayat kredit perbankan hingga properti sebagai investasi baru.

“Rumah.com mengumpulkan cerita inspiratif dari pencari rumah yang telah berhasil memiliki rumah sendiri. Cerita yang dikumpulkan relevan dengan tantangan pencari rumah. Dengan Cerita Rumah ini, bersama-sama bisa mengumpulkan inspirasi dan memelihara semangat optimisme memiliki hunian,” jelas Country Manager Rumah.com, Marine Novita dalam keterangan tertulisnya Rabu (7/10/2020).

Marine memberikan contoh kisah inspiratif mereka yang telah menemukan hunian idaman. Cerita Rumah Eunike adalah contoh generasi milenial yang berhasil membeli rumah dengan modal nekat. Eunike Louis Gracia, gadis yang kini menginjak usia 25 tahun telah satu tahun menempati sebuah rumah mungil dari jerih payahnya. Sebuah rumah subsidi dengan luas tanah 60 m2 di Cinnamon Hills, Cilebut, Bogor kini telah dimiliki Eunike.

Cerita Eunika ini sejalan dengan hasil Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020 dimana anak muda Indonesia saat ini memiliki minat tinggi untuk memiliki rumah sendiri. Dari lima kelompok usia yaitu 22-29 tahun, 30-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun dan 60 tahun ke atas, kelompok anak muda usia 22-29 tahun memiliki intensi paling tinggi yang dinyatakan 44 persen responden. Sementara pada kelompok usia 30-39 tahun, intensi memiliki rumah dinyatakan 36 persen responden.

Dalam proses pencarian rumah, Eunike juga membekali dirinya dengan informasi penting seperti panduan membeli. “Saya mencari info bagaimana proses surat-surat rumah, proses KPR, agar lebih yakin apa yang harus diteliti. Saya melakukannya dengan cara browsing dan langsung tanya-tanya ke bank,” jelas Eunike.

Portal properti, media sosial, pameran properti, dan brosur memang masih menjadi sumber utama informasi tentang properti. Hal ini juga sejalan dengan Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020 dimana 79 persen responden mendapatkan informasi properti dari portal properti, 67 persen responden lainnya mengetahui dari media sosial, 63 persen responden melihat pameran properti, dan 62 persen responden membaca dari brosur.

Bermodalkan nekat juga menjadi cerita Zahrina memiliki rumah. Saat itu, suami Zahrina baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memilih berwiraswasta. Sedangkan Zahrina baru mendaftar menjadi Aparatur Sipil Negara dan sedang menunggu pengumuman sehingga mereka tidak punya penghasilan sama sekali. Dengan kondisi keuangan tersebut, mereka menyadari tidak logis kalau memaksa ingin membeli rumah. Apalagi dengan sistem KPR melalui bank, karena tidak punya uang untuk membayar uang muka (DP) dan tidak memiliki jaminan keterangan penghasilan dari tempat kerja.

“Meskipun sadar punya keterbatasan finansial, kami berusaha mencari informasi tentang perumahan baru di Depok. Untuk lebih memudahkan, kami juga mencari perkembangan harga rumah di Depok secara online. Di luar dugaan, kami menemukan perumahan syariah yang berlokasi di Pondok Rajeg, Cibinong,” jelas Zahrina.

Perumahan syariah memberlakukan skema KPR syariah dengan akad sesuai syariah Islam tanpa harus berurusan dengan bank sehingga syarat lebih mudah dan cicilan bersifat tetap, tidak ada bunga fluktuatif. Perumahan syariah juga menjadi jawaban bagi kaum muslim yang ingin memiliki rumah bebas riba.

KPR Syariah memang sedang menjadi tren di masyarakat seperti terlihat dari hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020 dimana terjadi kenaikan preferensi konsumen untuk memilih KPR Syariah menjadi 35 persen responden pada semester II-2020 dari sebelumnya 29 persen responden pada semester I-2020. KPR syariah menjadi preferensi konsumen dengan alasan utama adalah karena adanya kepastian besaran cicilan bulanan (fixed rate) yang dinyatakan oleh 74 persen responden.

“Cerita Rumah Eunike dan Zahrina tersebut adalah sebagian dari beberapa cerita yang dikumpulkan oleh Rumah.com sebagai inspirasi yang relevan dengan perjalanan para pencari rumah yang lain. Mereka juga bisa menginsirasi generasi muda lainnya untuk memiliki rumah di usia muda sehingga bisa menjadi aset yang berharga di kemudian hari,” kata Marine.

Sumber:BeritaSatu.com





Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: