Bisnis Properti Menukik, Pengembang Cari Siasat untuk Bertahan

Foto udara kawasan perumahan. - Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan properti hunian hingga akhir tahun ini diperkirakan mengalami pertumbuhan yang minus. Ketua Umum DPP Paulus Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan tekanan pandemi Covid-19 terhadap sektor properti hunian cukup dalam di sepanjang tahun ini.

Hal itu dikarenakan pandemi Covid 19 yang belum usai yang berdampak diberlakukannya kembali Pembatasan Sosil Berkala Besar (PSBB) dan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di sejumlah daerah.

“Penjualan hunian hingga akhir tahun ini diperkirakan tumbuh negatif, seberapa besar dalamnya kami belum tahu karena kondisi yang tidak pasti dan kami belum menghitungnya,” ujarnya.

Adanya relaksasi dan new normal sempat berdampak pada dimulainya pertumbuhan penjualan hunian terutama untuk segmen dengan nilai di bawah Rp1,5 miliar. Namun, untuk hunian segmen menengah atas sedikit peminatnya.

“Kami berharap di segmen hunian nilai Rp1,5 miliar ke bawah ini tetap ada pembelinya hingga akhir tahun karena ini pasar yang diandalkan,” tuturnya.

Untuk menarik minat pembeli dan sebagai adaptasi saat ini, REI terus menyinergikan antara strategi virtual dengan nonvirtual. Adapun pemasaran saat ini dilakukan sebagian besar dengan cara virtual.





Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: