Pengembang Hong Kong Rilis Perumahan Baru di Tangerang September 2020 Halaman all


JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah Hong Kong Land yang menggarap kawasan Tangerang dengan proyek Nava Park bersama Sinarmas Land, kini giliran New Yi-Ho Holding Group Co. Ltd.

Melalui anak usahanya PT Yiho Jakarta Real Estate Development, pengembang yang berbasis di Hong Kong, China, ini berencana masuk pasar Tangerang dengan merilis Sentosa Park.

Proyek perumahan yang berada di area pengembangan Tangerang New City, Tangerang, Banten, seluas 2.600 hektar ini, bakal diluncurkan secara resmi pada September 2020.

Baca juga: Duet Hongkong Land-Sinarmas Land Tawarkan Perkantoran Kolaboratif

CEO Yiho Jakarta Real Estate Development Richard Oh menuturkan, Sentosa Park mencakup rumah dua lantai dengan harga termurah mulai dari Rp 700 jutaan.

“Proyek perdana kami di Indonesia ini akan meramaikan pasar mulai September 2020 mendatang,” ujar Richard menjawab Kompas.com, secara tertulis, Minggu (23/8/2020).

https://www.youtube.com/watch?v=Pr

Mengapa Indonesia menjadi wilayah ekspansi New Yi-Ho Group?

Menurut Richard, Indonesia merupakan satu di antara lima negara dengan kekuatan gross domestic product (GDP) setelah Amerika Serikat, China, India, dan Jepang.

Selain itu, 185,2 juta jumlah penduduk usia produktif 15 tahun sampai 65 tahun juga menjadi pertimbangan utama.

“Dua faktor ini meyakinkan kami bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia,” imbuh dia.

Kalangan usia produktif ini akan menjadi pembeli potensial Sentosa Park. Terlebih, rasio kredit pemilikan rumah (KPR) Indonesia dengan negara tetangga di Asia Tenggara, masih timpang, yakni 2,85 persen terhadap Produk Domestik Brutto (PDB).

Yiho Jakarta PT Yiho Jakarta Real Estate Development, anak perusahaan dari New Yi-Ho Holding Group Co. Ltd mengembangkan Sentosa Park di Tangerang

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, rasio KPR di Indonesia jauh di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand yang masing-masing mencapai 46,8 persen, 38,8 persen, dan 22,6 persen.

Baca juga: Pengembang China Pilih Indonesia Ketimbang Vietnam

Itu sebabnya, New Yi-Ho Group memperlebar sayap bisnisnya ke sejumlah negara Asia seperti Malaysia, Jepang, Laos, dan Indonesia.

“Sektor properti biasanya mengalami siklus setiap 10 tahun sekali, dan selama lima tahun ke belakang, sektor ini mengalami kondisi yang kurang menguntungkan sehingga kami optimistis selama lima tahun ke depan kondisinya akan menjadi lebih baik,” papar Richard.

Kehadiran New Yi-Ho Group menambah panjang daftar pengembang Hong Kong dan atau China yang berebut cuan di Indonesia.

Selain Hong Kong Land, terdapat nama-nama macam China Sonangol Land, Kingland Group, CCCG, Shenzen Yantian Port Group Co Ltd, Country Garden Holdings Co Ltd, Wuzhou Investment Group, dan Datzo Investama Group.

Mereka mengembangkan apartemen, ruko, perumahan, dan perkantoran yang tersebar di Jadebotabek.



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: