Imbas Covid-19, Konsumen Beralih ke Properti Secondary

Imbas Covid-19, Konsumen Beralih ke Properti Secondary


Surabaya, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 berdampak yang berdampak merosotnya harga properti secondary di Surabaya hingga mencapai 30 persen, membuat perubahan perilaku konsumen dalam membeli produk properti.

Baca Juga: Harga Properti Sekunder di Jatim Turun 30 Persen

Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Timur, Rudy Sutanto mengatakan, sekarang konsumen membeli properti secondary sesuai kebutuhan.

“Pertimbangan konsumen pun sekarang lebih dalam atau detil dari sisi harga, lokasi dan aksesnya. Itulah perilaku yang sekarang ditunjukkan oleh konsumen saat harga properti secondary yang harganya turun sampai 30 persen,” kata Rudy, Jumat (19/6/2020).

Menurut Rudy, konsumen properti sekarang umumnya menyadari betul bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk mendapatkan properti karena harganya sedang turun drastis. “Produk properti secondary yang banyak diminati konsumen adalah ruko (rumah toko), gudang dan rumah,” ujarnya.

Dampak lesunya ekonomi karena pandemi Covid-19 mendorong para pelaku bisnis mengurangi gerai di mal atau pasar modern dan memindahkan bisnisnya ke ruko atau gudang. Mereka ingin mengikuti tren penjualan online seperti sekarang disamping tetap mempertahankan penjualan offline.

Baca Juga: Arebi Jatim Dorong Broker Garap Lelang Properti

“Alasan inilah yang membuat mereka mengincar ruko dan gudang sehingga produk-produk tersebut saat ini cukup diminati karena sesuai kebutuhan mereka,” kata Rudy.

Rudy mengakui perubahan perilaku konsumen dari semula umumnya didasarkan pada keinginan ke kebutuhan dalam membeli produk properti tersebut tentu menjadi tantangan bagi para broker properti.

“Tantangannya adalah kita harus menyediakan produk yang memang sesuai kebutuhan mereka, mulai harga, lokasi sampai aksesnya. Karena konsumen ingin lebih detil, kita juga harus menyediakan videonya. Jadi konsumen ingin tahu videonya sebelumnya melihat langsung lokasinya,” ujarnya.

Dengan mengikuti perubahan perilaku konsumen itu, para agen properti atau broker masih mencatatkan penjualan properti secondary, meskipun mengalami penurunan dibandingkan sebelum terjadi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Investor Properti Incar Secondary Market

“Dulu, per bulan penjualan properti secondary rata-rata bisa 10 unit, tapi sekarang hanya 3 sampai 5 unit. Tapi kita optimistis seiring diberlakukannya new normal, kondisi pasar akan lebih baik,” pungkas Rudy.

Sumber: BeritaSatu.com



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: