Agen Properti di Surabaya Manfaatkan Teknologi

Agen Properti di Surabaya Manfaatkan Teknologi


Surabaya, Beritasatu.com – Inovasi pada layanan penjualan properti, mendorong kalangan broker atau agen properti di Surabaya memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam aktivitas pemasaran produk properti kepada konsumen.

Baca Juga: Harga Properti Secondary di Surabaya Turun 30%

Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Timur, Rudy Sutanto mengatakan, tren pemasaran properti masa kini lebih mengedepankan visualisasi.

“Perubahan perilaku konsumen didasarkan pada keinginan membeli produk properti sesuai dengan kebutuhan. Kondisi tersebut, tentu menjadi tantangan bagi para agen properti,” kata principal Java Property ini kepada Beritasatu.com di Surabaya, Jumat (19/6/2020) malam.

Pria yang juga kolektor batik tulis ini menambahkan, tantangan bagi para agen properti adalah menyediakan listing atau daftar produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pembeli, dilengkapi dengan berbagai informasi pendukung mulai dari kisaran harga, lokasi, sampai aksesibilitas.

Baca Juga: Imbas Covid-19, Konsumen Beralih ke Properti Secondary

“Selain itu, konsumen biasanya ingin lebih detil. Nah, untuk itu kita juga harus memanfaatkan teknologi dengan menyediakan video dari properti tersebut. Jadi, konsumen ingin tahu videonya, sebelum mereka melihat langsung ke lokasi,” jelasnya.

Menurut Rudy, kehadiran teknologi digital seperti video bisa dimanfaatkan oleh agen properti untuk memperkuat kemampuan mereka dalam melayani calon pembeli, sekaligus menjadi nilai tambah bagi layanan yang disediakan oleh para agen properti.

“Dengan mengikuti perubahan perilaku konsumen, para agen masih mencatatkan penjualan properti secondary, meskipun memang saat ini tengah mengalami penurunan dibandingkan sebelum terjadinya pandemi Covid-19,” tandasnya.

Baca Juga: Arebi Jatim Dorong Broker Garap Lelang Properti

Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, tambah Rudy, penjualan properti secondary rata-rata bisa mencapai 10 unit. Sementara, sekarang ini hanya berkisar di angka 3 sampai 5 unit.

“Namun, kita tetap optimistis seiring diberlakukannya new normal, kondisi pasar properti secondary akan lebih baik,” pungkas Rudy.

Sumber:BeritaSatu.com



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: