40 Kata-kata Mutiara tentang Hujan Ini Sukses Bikin Hati Baper

ilustrasi hujan.


Bola.com, Jakarta – Hujan merupakan anugerah dari Tuhan agar makhluk hidup tak kekurangan air. Hujan terjadi karena proses kondensasi dari air laut yang membentuk awan. Setelah mencapai titik jenuh, air yang ada di awan turun ke bawah, entah itu di pantai atau gunung.

Namun, sering kali hujan dimaknai sebagai bentuk ungkapan kesedihan. Beberapa orang beranggapan hujan identik dengan kenangan yang datang.

Banyak orang yang lantas mengabadikan momen hujan dibarengi dengan caption sendu.

Satu di antara caption sendu tersebut adalah hujan tercipta dari satu persen air dan 99 lainnya adalah kenangan.

Bahkan ada yang rela pergi di kala hujan ketika sedih. Mereka menjadikan hujan sebagai tameng dari air mata yang jatuh di pipi.

Kata-kata tentang hujan pun banyak bertebaran di media sosial, mulai Instagram sampai Twitter. Akun-akun media sosial tersebut sering membanjiri timeline dengan rangkaian kata-kata tentang hujan yang membuat baper siapapun yang membacanya.

Berikut hasil rangkuman dari Brilio, Jumat (29/5/2020), rangkaian kata-kata mutiara tentang hujan yang bikin baper.

Kata-kata Mutiara Tentang Hujan

1. “Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku tidak punya alasan mengapa hatiku jatuh kepada kamu”.

2. “Hujannya diberi formalin kali ya, awet banget seperti cinta aku ke kamu yang selalu awet tak pernah berhenti untuk mencintaimu”.

3. “Derasnya rintik hujan dan gemuruh petir tak ku pedulikan ketika kau tahu bahwa aku mencintaimu”.

4. “Kamu bagaikan hujan dan aku hanyalah rintik bumi yang gersang, yang kalau turun turun kamu sirami aku dengan rintik kebahagiaan”.

5. “Kamu pernah lihat hujan? coba deh kamu hitung berapa jumlah air hujan yang turun, maka sebanyak itulah sayang dan cintaku kepadamu”.

6. “Ketika kau mencintainya dan kau hanya dapat hujan, maka cintailah aku sebagai pelangimu”.

7. “Aku sudah bosan mulai bosan menjadi penikmat hujanmu, bisakah kali ini kau tuntun aku menuju altar pelangi pelangi bahagiamu”.

8. “Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu”.

9. “Aku ingin kau tahu, bahwa diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama dalam beribu-ribu rintik hujan, dan aku berharap bahwa masa depanku ini ingin selalu bersamamu”.

10. “Cinta yang tulus bagaikan rintikan hujan, selalu menenangkan dari gelisah, selalu menyenangkan dari resah”.

11. “Derasnya hujan yang setiap hari turun dari langit dengan memberikan sejuta manfaat bagi manusia, namun derasnya hujan sama halnya sama dengan cintamu kepadaku yang selalu memberikan berbagai macam cerita dalam hidupku”.

12. “Hujan selalu kembali walau telah jatuh berkali-kali, seolah tidak peduli berapa banyak sakit yang dia rasakan”.

13. “Kamu tahu hal yang paling romantis dari hujan? Dia selalu mau kembali, meski tahu rasanya jatuh berkali-kali”.

14. “Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati, begitu juga padamu. Tapi ketika hujan pergi pamit, aku takut apakah kamu juga akan begitu?”

15. “Saat rintik hujan turun membasahi bumi jangan sampai tetesan air matamu juga membasahi pipi, kamu harus tahu, bahwa air matamu jauh lebih berharga”.

16. “Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya”.

17. “Senang bisa mencintaimu seperti ini, yang sewajarnya pelangi di antara rintik hujan yang menari-nari”.

18. “Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu”.

19. “Aku merindukanmu seperti bumi memandang awan, dengan kata paling rahasia ia mendoakanmu menjadi hujan”.

20. “Aku titipkan rindu ini pada langit untuk disampaikan kepada mu lewat hujan”.

21. “Hujan dan kamu adalah rindu. Kita kan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti”.

22. “Kepada hujan yang menjamah bumi, dinginmu tak kunjung usai, meski kau telah berlalu. Seperti rinduku, pada seseorang, yang hanya diam. Dari aku, yang belum lelah merindu”.

23. “Sebab langit-Nya adalah candu. Terang membawa riang, dan hujan membawa rindu yang tak berkesudahan”.

24. “Aku menyampaikan rindu lewat hujan, dan dia mewakili perasaan lewat tetesan”.

25. “Sederas apa pun ia turun, semenakutkan apa pun ia turun, sesakit apa pun ia turun, hujan tetaplah air yang akan selalau menghadirkan suatu kenangan dan kelembutan”.

26. “Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba”.

27. “Setelah hujan, matahari akan muncul kembali. Begitu juga dengan kehidupan, setelah rasa sakit, bahagia akan datang”.

28. “Apa yang lebih buruk dari hujan di senin pagi? Kenyataan bahwa kau masih betah hidup di masa lalu yang kelam”.

29. “Hujan di pagi hari, itu juga Anugerah-Nya, tak perlu menggerutu dalam hati, sudah cukup saja disyukuri, semoga hujan membawa berkah pagi ini”.

30. “Jika engkau menginginkan pelangi, engkau harus menerima hujan”.

31. “Jika mendung pagi ini berakhir dengan hujan, itulah takdir Tuhan. Tapi jika mendung di pikiran mengeliminasi kebahagian, itulah kerugian”.

32. “Jika rintik hujan tak mampu menghapus sedihku, maka aku berharap matahari datang esok hari membawa mimpi baru”.

33. “Ketenangan bukanlah berdiri di bawah payung ketika hujan, tetapi ketika mampu menari di bawah hujan”.

34. “Ketika hujan turun, tidak hanya membawa sejuta kenangan indah bersamamu, namun juga membawa sejuta keberkahan untuk bumi ini”.

35. “Pagi, hujan, dan segelas kopi. Kamu punya samudera untuk bahagia, kenapa memilih berenang di kolam kesedihan?”

36. “Pelangi yang muncul setelah hujan menjadi janji alam jika masa buruk telah berlalu, dan masa depan akan baik-baik saja”.

37. “Pernahkah kau bayangkan, setegar apa embun yang dibasuh hujan di suatu pagi”.

38. “Saat hujan turun di pagi hari, aku enggan untuk mengeluh, karena yang aku lihat, Pagi tidak pernah berubah, pagi adalah waktu untuk melangkah Selamat pagi sahabat, selamat beraktivitas”.

39. “Semua orang ingin bahagia, tak ada yang ingin bersedih, namun kamu tak akan bisa melihat pelangi tanpa ada hujan”.

40. “Semua pasti akan menjadi lebih baik, sekarang mungkin Anda menghadapi badai tapi ingat hujan pasti akan berhenti”.

 

Disadur dari: Brilio.net. (Penulis: Deta Jauda Najmah, Editor: Muhammad Gufron Salim. Published: 6/4/2020).



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan