25 Kata-Kata Bijak Gus Miftah tentang Cinta dan Kehidupan

Gus Miftah


Bola.com, Jakarta – Sosok Gus Miftah sangat dikenal karena konten dakwahnya. Dalam dakwa Gus Miftah itu, banyak terlontar kata-kata bijak.

Bahkan, kata-kata tersebut mampu membius kaum milenial. Hal tersebut dikarenakan konten dakwah Gus Miftah cocok dengan kaum muda.

Nama Gus Miftah mulai muncul setelah melakukan dakwah di lokasi tak umum, seperti tempat hiburan malam dan prostitusi. Bahkan, sempat beredar video selawat di tempat hiburan malam di Bali.

Kemudian Gus Miftah menjadi pembimbing Deddy Corbuzier saat prosesi pembacaan syahadat dan menjadi mualaf.

Sementara di kalangan kawula muda, Gus Miftah disenangi karena konten dakwahnya yang juga mengandung kata-kata bijak.

Banyak sekali kata-kata bijak yang dilontarkan Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman itu. Apa saja kata-kata bijak dari Gus Miftah?

Berikut ini hasil rangkuman dari Jalantikus dan Dream, Senin (25/5/2020), kata-kata bijak Gus Miftah tentang kehidupan. 

Kata-kata Bijak Gus Miftah

1. “Kegagalan adalah cara Allah untuk mengatakan bersabarlah karena aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu saat waktunya tiba”.

2. “Untuk semua kepedihan yang kau alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu”.

3. “Cukup bodymu yang bermaksiat tapi hatimu jangan.”

4. “Allah menjadikanmu seorang muslimah karena Ia ingin melihatmu di surga, yang perlu kamu lakukan adalah kamu pantas untuk itu”.

5. “Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas, dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit”.

6. “Ingat saudaraku, pada akhirnya surga itu akan di tempati oleh ahli maksiat yang pada akhirnya bertaubat. Bukan orang yang sok suci namun pada akhirnya tersesa.”

7. “Kamu harus percaya bahwa jodoh sudah dijamin oleh Allah. Tidak akan pernah terhenti sebuah permintaan, manakala permintaan kamu itu kamu sandarkan kepada Tuhanmu. Dan tidak akan pernah menjadi sebuah permintaan manakala permintaan kamu, kamu sandarkan kepada kemampuanmu”.

8. “Jikalau cinta itu dari mata turun ke hati, berarti kalian semua tidak akan pernah cinta kepada Allah, karena matamu tidak pernah melihat Allah”.

9. “Jikalau cinta itu dari mata turun ke hati, berarti kamu tidak akan pernah cinta dengan Rasulullah, karena matamu tidak pernah melihat Rasulullah”.

10. “Kalau memang dasarnya orang itu baik, mau dihinakan seperti apa pun tetap saja dia akan kelihatan baiknya. Kalau seseorang jelek, mau dinaikkan seperti apa pun tetap kelihatan jeleknya.”

11. “Cinta itu dari hati naik ke mata. Kalau hatinya sudah cinta, seburuk apa pun yang dicintainya akan terlihat indah di matanya”.

12. “Teman itu adalah 1000 orang yang datang disaat kamu senang. Sementara pacar adalah satu orang yang membuatmu lupa seribu orang. Sementara sahabat adalah satu orang yang selalu ada disaat 1001 orang melupakanmu”.

13. “Kamu harus yakin akan datang suatu saat kamu dipertemukan dengan orang yang tepat, yang kedatangannya untuk menetap, bukan karena nafsu sesaat”.

14. “Indonesia merdeka karena bersatu, bukan karena menunda”.

16. “Sejomblo-jomblonya kalian pasti akan berakhir, kalau tidak di pelaminan, minimal di pemakaman”.

17. “Kamu tidak usah kebanyakan mengatur, karena hidup sudah ada yang mengatur, manusia hidup cukup mengikuti aturan dan bersandar kepada Tuhan Allah.”

18. “Hidup sederhana tanpa hutang lebih damai daripada kelihatan kaya karena utang”.

19. “Orang baik itu punya masa lalu. Tapi, orang jahat punya masa depan”.

20. “Hidup itu keras dan tak mudah, tapi aku jauh lebih keras dan tak mudah dikalahkan”.

21. “Seharusnya manusia itu seperti tanah, belajar dari sifat tanah, banyak mengalah dan ridlo. Orang yang mengalah akan tinggi derajatnya”.

22. “Saat ada orang alim hormatilah! Tetapi ketika melihat ahli maksiat, sayangilah, rangkullah. Mereka tak butuh dihina, tapi butuh dirangkul. Karena dakwah itu merangkul, bukan memukul. Dakwah itu mengajak bukan mengejek. Dakwah itu mengislamkan orang kafir, bukan mengkafirkan orang islam”.

23. “Maka saya bilang DPR – DPR yang korupsi iku dosanya lebih gede dari pada placur. Kenapa? Karena pelacur itu menjual kehormatannya sendiri Sementara DPR yang korupsi itu menjual kehormatan rakyat.”

24. “Jangan pernah halangi mereka untuk kembali bermesraan dengan Tuhan-nya.”

25. “Gaji itu hanya bagian kecil dari rezeki, gaji keluar bulanan, rezeki datang kapan saja. Besar kecilnya rejeki tergantung kedekatan kita kepada Allah SWT”.

 

Referensi: Jalantikus, Dream



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan