Bisnis Properti Terhantam Pandemi, Bagaimana Nasib Pekerjanya?

Athika Rahma


Liputan6.com, Jakarta – Bisnis properti menjadi satu dari sekian sektor bisnis yang berdarah-darah dalam mempertahankan hidupnya di tengah pandemi. Pendapatan yang minim bahkan nol namun tak seimbang dengan setumpuk kewajiban yang harus diselesaikan membuat pelakunya harus memutar otak mencari solusi tanpa henti.

Bukan cuma pemilik proyek atau pengembang yang terdampak, semua pihak ikut terkena pukulan keras penyebaran Corona yang tak kunjung berhenti. Para pekerjanya, terutama pekerja proyek di lapangan pun ikut terdampak.

Meskipun bukan kabar baik, namun pekerja konstruksi di bidang ini dibayar berdasarkan kontrak. Ketika kontrak berhenti, maka selesai pula pekerjaan mereka. Di tengah pandemi, pekerja proyek konstruksi bisnis properti bahkan sudah pulang kampung lebih dulu.

“Yang jelas kalau kontraktor-kontraktor yang bangun rumah di kita, karena biasanya hubungan kerja mereka itu adalah sistem kobtrak maka hubungan kontraknya berhenti. Sebagian pegawainya sudah pada pulang kampung,” ujar Ketua Badan Pertimbangan Organisasi DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata atau yang akrab disapa Eman kepada Liputan6.com, Minggu (24/5/2020).

Eman bilang, perusahaan meminimalkan pilihan PHK meskipun memiliki beban yang berat. Namun, kekuatan perusahaan untuk berdiri dinilai tidak bisa ajeg, sehingga ada karyawan sektor properti yang sudah dirumahkan bahkan dipotong gajinya.

“Biasanya developer dan kontraktor kan punya pegawai tetapnya, itu kena (dirumahkan dan dipotong gaji),” katanya.

 



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: