Mengunjungi Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann Bandung

Mengunjungi Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann Bandung*


Bandung, CNN Indonesia — Di antara himpitan hotel dan hostel Instagram-able di kota Bandung, hingga saat ini Hotel Savoy Homann masih berdiri dengan gagah.

Arsitektur art-deco di hotel yang berada di Jalan Asia Afrika terlihat mencolok di tengah kepungan hutan beton bergaya modern di Paris van Java.

Di hotel bintang lima tersebut, presiden pertama Indonesia, Soekarno seringkali bermalam saat berkunjung ke Bandung.

Kamar milik Soekarno berada di lantai dua, tepat di area berbentuk tabung yang melengkung. Sepeninggal Bapak Proklamator, kamar yang dinamakan ‘Kamar Soekarno’ itu kini bisa diinapi siapapun.

Begitu memasuki kamar nomor 244 itu, suasana jadul langsung terasa. Perabot dan bentuk ruangan masih mempertahankan gaya art-deco, dengan dominasi warna coklat dan putih.

General Manager Hotel Savoy Homann, Dodi Masyhud Junduddin menjelaskan, pihaknya memang sengaja tidak banyak mengubah interior hingga letak benda-benda di kamar favorit Soekarno tersebut.

“Kami tidak banyak mengubah interior dan letak benda, persis sama seperti ditinggali Presiden Soekarno. Hanya beberapa perabot yang kami perbarui, seperti TV,” kata Dodi kepada CNNIndonesia.com saat ditemui pada akhir pekan kemarin.

Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Melani Putri)

Dalam ruangan tersebut terdapat dua kamar tidur. Kamar utama yang ditempati Presiden Soekarno menghadap langsung Jalan Asia Afrika.

Dari balkon kamar, bisa terlihat jelas Gedung Soeciteit Concordia (sekarang Gedung Merdeka), yang dulunya yang menjadi tempat kongko para kaum elit Belanda.

Kemewahan juga terasa hingga kamar mandi. Di kamar mandi utama, terdapat satu jacuzzi lengkap dengan peralatan mandi lainnya.

Di samping kamar utama, terdapat ruang keluarga dengan bangku-bangku kayu saling berhadapan.

Di pojok ruang keluarga juga masih berdiri meja yang biasa dipakai Presiden Soekarno untuk mengerjakan urusan-urusan negara.

Mengunjungi Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann Bandung*Meja tempat Soekarno mengerjakan tugas negara selagi bermalam. (CNN Indonesia/Melani Putri)

Selain kamar utama, terdapat pula kamar lainnya yang tak kalah megah. Biasanya kamar ini digunakan oleh keluarga Soekarno yang ikut bermalam di Savoy Homann.

Ada pula pintu khusus yang menghubungkan kamar 244 dengan kamar lainnya. Biasanya kamar sebelah 244 digunakan oleh ajudan presiden untuk penjagaan.

Kini Kamar Soekarno biasa ditempati oleh pejabat-pejabat negara, bahkan diklaim oleh pihak manajemen hotel, ada beberapa petinggi negara yang berebut memesan kamar tersebut.

“Pak Wiranto kalau ke Bandung pasti pesan kamar 244, begitu juga pejabat negara lainnya pasti pinginnya Kamar Soekarno,” kata Dodi.

Untuk bermalam di Kamar Soekarno, tamu bisa merogoh kocek Rp5,5 juta per malam. Khusus untuk kamar ini, perlu pemesanan dari jauh hari.

Hotel Savoy Homann memang dikhususkan untuk tamu-tamu eksklusif, seperti pejabat negara dan petinggi lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dodi, “Kita punya tagline ‘Hotel Persinggahan untuk Orang-orang Penting’,” katanya.

Sehingga harga kamar yang ditawarkan hotel bersejarah ini pun agak tidak ramah di kantong.

Fasilitas hotel termasuk kolam renang, layanan spa, tempat fitness, dan fasilitas bebas biaya parkir.

Tidak banyak tamu yang biasa menginap di hotel ini, biasanya tamu hanya ramai di hari-hari tertentu.

Jika menginap di Savoy Homann bukan pada masa liburan, maka kesan sepi dan kosong akan menyelimuti selama di hotel ini. Suasana sepi ini juga sebagai salah satu yang ditawarkan Savoy Homann kepada pengunjung untuk menambah kesan eksklusif.

Hotel khusus kaum elit

Hotel Savoy Homann didirikan oleh pengusaha berkebangsaan Inggris, Adolf Homann, pada tahun 1872.

Sebelum bernama Savoy Homann, tempat penginapan ini bernama Hotel Post Road, karena berada di depan Jalan Raya Post yang dibangun Gubernur Hindia Belanda William H Daendels.

Saat pertama kali dibangun, tempat penginapan ini tidak langsung berarsitektur megah. Bangunan awalnya hanya berbentuk rumah panggung beratap rumbia dan berdinding anyaman bambu.

Bangunan tersebut memang diperuntukkan untuk penginapan orang Belanda yang berkunjung ke Bandung.

Pada tahun 1876 penginapan direnovasi total. Bangunannya dibuat bertembok batu.

Mengunjungi Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann Bandung*Arsitektur asli masih terus dipertahankan. (CNN Indonesia/Melani Putri)

Tempat penginapan ini kembali mengalami renovasi pada tahun 1920 oleh arsitek Belanda Albert Aalbers.

Aalbers dikenal sebagai arsitek dengan gaya Streamline Art-Deco yang khas dengan ciri melengkung, penanda modernisme pada awal abad 20.

Karya arsitekturnya juga elegan, oleh karena itu, pemerintah Belanda mempercayakan dirinya untuk membangun hotel dan vila di Bandung.

Gaya arsitektur Aalbers disebut menginspirasi arsitektur dunia, seperti Frank Lloyd Wright dan Le Corbusier.

Selain Hotel Savoy Homman, karya arsitektur Aalbers juga bisa dilihat di bangunan Bank DENIS (sekarang Bank Jabar) di Jalan Braga.

Setelah selesai direnovasi, Hotel Post Road kemudian berganti nama menjadi Grand Hotel Homann pada 1930 dan dikelola oleh Fr. J. A van Es.

Mengunjungi Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann BandungHotel Savoy Homann di tengah persiapan KAA 2015. (ANTARA FOTO/aacc2015/Widodo S. Jusuf)

Pada masa itu, Grand Hotel Homann menjadi satu-satunya hotel eksklusif dan ternama, karena hanya bisa ditempati oleh kelompok elit Belanda.

Pada 1953 R.M.H Saddak membeli saham mayoritas Grand Hotel Homann yang dikelola oleh Ny. Van Es van de Brink.

Ny. van de Brink mengalami duka mendalam akibat kematian suaminya, Fr. J. A van Es hingga kemudian kembali ke Belanda dan menjual saham Grand Hotel Homann.

Setelah Indonesia merdeka, Grand Hotel Homann berubah nama menjadi Hotel Savoy Homann.

Pada tahun 1955, Hotel Savoy Homann menjadi tempat menginap tamu-tamu penting Konferensi Asia-Afrika (KAA).

“Pada masa itu banyak delegasi KAA dan kedutaan besar dari luar negeri menginap di Hotel Savoy Homann, salah satunya Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru yang menempati kamar eksklusif di Savoy Homann,” kata Dodi.

Saat ini Hotel Savoy Homann merupakan bangunan Cagar Budaya kelas A yang mendapat perhatian khusus oleh Kementerian Kebudayaan dan Tim Cagar Budaya Kota Bandung.

Renovasi Hotel Savoy Homann tidak boleh mengubah gaya utama arsitektur art-deco, terutama bangunan depan gedungnya.

Mengunjungi Kamar Soekarno di Hotel Savoy Homann BandungInfografis Gedung Sate. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(mel/ard)





Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: