Perumahan Baru Bersubsidi Diubah jadi Pusat Karantina Virus Corona, Ratusan Warga Hong Kong Lakukan Unjuk Rasa

Perumahan Baru Bersubsidi Diubah jadi Pusat Karantina Virus Corona, Ratusan Warga Hong Kong Lakukan Unjuk Rasa


PIKIRAN RAKYAT  – Ratusan warga Hong Kong melakukan aksi unjuk rasa pada Minggu, 16 Februari 2020. Mereka menolak tinggal dalam rumah di tengah situasi wabah virus corona yang kian berbahaya, terutama bagi wilayah Hong Kong yang amat dekat dengan daratan Tiongkok.

Dikutip Pikiranrakyat-Tasikmalaya.com melalui situs Reuters, aksi unjuk rasa itu didasarkan pada rencana pemerintah untuk mengubah beberapa bangunan perumahan baru bersubsidi untuk digunakan sebagai pusat karantina sementara bagi para pasien virus corona.

Baca Juga: Pulangkan Mahasiswa asal Papua Barat dari Tiongkok Setelah Jalani Obervasi di Natuna, Presiden Joko Widodo Banjir Pujian

Penyebaran virus corona ini telah dianggap sebagai pembuka jalan bagi para pendemo yang berbulan-bulan tidak pergi demo dan orang-orang pun memilih tinggal di rumah karena khawatir pada wabah virus corona.

Penggunaan bangunan perumahan bersubsidi sebagai pusat karantina telah menghidupkan kembali para pendemo yang anti-pemerintah di kota yang dikuasai Tiongkok tersebut.

Unjuk rasa itu diikuti sekitar lebih dari 100 orang yang dilakukan di tengah terjangan hujan di distrik New Territories, Fo Tan.



Baca Juga: Sering Jadi Langganan Banjir, Permukiman Desa Tanjungsari Kembali Tergenang Akibat Luapan Sungai Cikidang dan Citanduy

Distrik yang tengah membangun perumahan baru bersubsidi tersebut diduga akan digunakan pemerintah Hong Kong sebagai pusat karantina.

Polisi anti huru hara pun telah diturunkan untuk menangani pasukan unjuk rasa tersebut.

Seorang ibu berusia 38 tahun mengatakan, ia telah menunggu delapan tahun untuk menempati rumahnya di Chun Yeung Estate dan mengharapkan segera mendapatkan kuncinya pada akhir bulan ini.





Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: