Dibangun dengan Lumpur, 6 Masjid Ini Tetap Berdiri Kokoh hingga Sekarang : Okezone Travel

Dibangun dengan Lumpur, 6 Masjid Ini Tetap Berdiri Kokoh hingga Sekarang : Okezone Travel


MASJID merupakan tempat ibadah umat islam, keberadaan dianggap suci dan mulia. Selain, memiliki fungsi sebagai tempat beribadah, dalam arsitektur dunia, masjid juga memiliki peran sebagai salah satu penentu perkembangan arsitektur Islam di dunia loh.

Tempat ibadah umat islam di Benua Afrika bahkan memiliki gaya arsitektur Sudan Sahili yang dikenal sederhana namun sangat indah. Arsitektur semacam ini adalah campuran dari gaya Afrika asli yang berbeda. Rata-rata material utama yang digunakan untuk membangun masjid hanya terbuat dari lumpur dan bahkan saat ini bangunan tersebut masih sangat kokoh loh.

Melansir dari Mvslim, berikut daftar beberapa masjid indah yang dibangun dengan gaya Sudan Sahili. Simak yuk!

 BACA JUGA : Lihat Perubahan Drastis 5 Orang Bertubuh Super Gemuk, Kamu Pasti Takjub!

1. Masjid Agung Djenné, Mali

 

Bangunan besar di Mali ini dianggap sebagai salah satu landmark paling terkenal di Afrika. Bangunan besar di Mali ini dianggap sebagai salah satu landmark paling terkenal di Afrika. Masjid Agung Djenné yang sebelum 99 persen terbuat dari tanah liat ini, telah mengalami beberapa kali renovasi, seperti renovasi pada 1830 M lantaran bangunan pertama sudah lapun dan runtuh.

Mengangkat gaya arsitektur ala Sudan Sahili, bangunan ini benar-benar merefleksikan kearifan lokal masyarakat Afrika Barat. Kehebatan sang arsitek Muslim, Ismaila Traore, mampu menyulap lumpur-lumpur tersebut menjadi bangunan berseni tinggi.

2. Masjid Larabanga, Masjid tertua di Ghana

 

Masjid indah yang terletak di Ghana ini salah satu masjid tertua di Afrika Barat dan disebut sebagai Mekahnya Afrika Barat karena kekayaan sejarah dan nilai arsitekturalnya. Masjid bersejarah ini, berarsitektural Sudan di kampung Larabanga, Republik Ghana, Benua Afrika. Dan terbuat dari lumpur khas benua Afrika yang masih eksis hingga kini.

 

3. Masjid Agadez, Niger

 

Masjid ini dibangun pertama kali atas perintah Raja Songhai, Muhammad Askia, setelah ia menaklukkan Agadez. Arsitektur masjid ini sangat kental akan arsitektur Yunani. Menara tinggi masjid Agadez berfungsi sebagai menara pengawal, karena kota itu merupakan kota berbenteng di masa lalu sehingga harus mampu bertahan melawan pengepungan. Selain bentuknya yang unik, masjid ini pun terbuat dari bahan yang unik pula, yakni lumpur.

4. Masjid Agung Bobo Dioulasso, Burkina Faso

 

Masjid ini dibangun pada akhir abad ke-19 sebagai hasil dari kesepakatan politik antara raja lokal dan pemimpin agama Islam. Masjid Agung Bobo Dioulasso atau dalam bahasa Prancisnya disebut grande mosquée de Dioulasso, adalah Masjid kuno ini bercirikan arsitektural Banco Sudaness. Selain berbahan dasar lumpur, masjid tersebut juga terdiri dari balok balok kayu masih menjadi andalan untuk membangun masjid di kawasan utara Burkina Faso.

5. Masjid Agung di Bani, Burkina Faso

 

Masjid Bani yang indah terletak di desa gurun kecil dan merupakan situs Islam paling penting di negara itu. Sama seperti masjid lainnya, masjid ini terbuat dari bahan dasar lumpur dengan gaya arsitektur Sudan Sahili.

 BACA JUGA : Emak-Emak Ini Pegang Kemaluan Bule karena Takut Naik Slingshoot

6. Masjid Sankore, Timbuktu


Masjid dalam bentuk Timbuktu ini di bangun pada 1400 lalu oleh El-Mokhtar Hamalla dan membutukan waktu 40 tahun untuk menyelesaiannya loh. Selain itu, Masjid Sankore bersama dengan dua masjid lainnya di sana juga menyusun “Universitas” Timbuktu.



Untuk Info/Edukasi lebih lanjut, Silahkan Kunjungi SUMBER Berita, Artikel dan Foto ini, di : Source link

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan
%d blogger menyukai ini: